• SMKN 2 SUNGAILIAT
  • HIKMAH (Hadir, Inovatif, Kreatif, Mandiri & Ahlaq Mulia)

PJJ

ISTILAH-ISTILAH DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

YANG ORANG TUA WAJIB TAHU

 

Ria Gustianasari, S.Pd

Pengajar di SMK Negeri 2 Sungailiat

 

 

Mendengar kata “sekolah” apa yang anda bayangkan? Pertanyaan itulah yang sering saya tanyakan pada peserta didik baru di sekolah tempat saya mengajar. Satu atau dua tahun yang lalu jawaban yang saya peroleh akan sedikit berbeda. Sebelum “badai” Covid-19 melanda Indonesia dan dunia, dari pertanyaan tadi akan diperoleh jawaban yang beragam, misalnya “belajar”, “guru”, “siswa” sampai jawaban yang agak melipir misalnya “kantin”, “bolos” dan sebagainya.

Namun pada musim penerimaan peserta didik baru-baru ini, jawaban yang diperoleh terdapat “kosa kata” baru yang belum ada sebelumnya. Kata-kata seperti “LMS”, “zoom meeting”, “tatap maya”, “kuota internet” dan lain-lain mulai ditemui. Setelah satu tahun beradaptasi sejak akhir tahun 2019 sampai tahun 2021 awal ternyata peserta didik telah terbiasa dengan istilah- istilah tersebut dan harus menerima keadaan.

Dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menggarisbawahi mengenai teknologi yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajran selama masa pandemi. Sekolah berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid.

Komponen yang terlibat dalam suksesnya pembelajaran jarak jauh secara daring ini tentu saja melibatkan 3 pihak utama yang persentasenya menjadi berubah dari sebelumnya. Peserta didik yang biasanya wajib ke sekolah di masa ini harus dipaksa betah dirumah, walaupun sudah ada sekolah yang menyelenggarakan tatap muka secara bersesi atau bergiliran. Pada masa ini sekolah dan guru tidak dapat secara optimal mengamati penilaian sikap peserta didiknya, hanya terbatas pada kehadiran tatap maya dan kedisiplinan pengumpulan tugas saja. Peserta didik pun mendapat porsi belajar secara mandiri lebih besar dari sebelumnya. Modal yang diberikan oleh guru melalui kelas maya berupa modul, lembar kerja dan latihan harus benar-benar dimaksimalkan dengan pengalaman pribadi dan media lain yang dapat ditemui. Porsi pengawasan orang tua menjadi lebih banyak dibandingkan guru dan sekolah. Jika guru dan sekolah dipaksa berpacu oleh teknologi pendidikan lalu orang tua juga harus berlari mengejarketidaktahuan. Dalam hal teknologi, peserta didik sudah “lompat” duluan dengan dunia yang memang sudah melekat pada diri mereka.

Untuk itu, saya mengajak kita semua mengenal istilah-istilah umum yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh daring ini, agar kita sebagai pendidik, baik guru disekolah dan orang tua dirumah dapat masuk kedunia peserta didik dan bisa satu frekuensi dengan mereka. Apa saja itu?

  1. Daring
    Mari kita mulai dari “akar permasalahan” dari semua ini, yaitu kata “daring”. Daring adalah akronim dari “dalam jaringan” yang dalam istilah asing kita kenal dengan istilah online. Mengutip dari kamus besar bahasa Indonesia daring berarti : dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Berarti segala sesuatu yang saling terhubung melalui jejaring komputer baik melalui media internet atau lainnya disebut dengan daring. Dapat pula diartikan terhubung atau berkomunikasi secara jarak jauh. Lawan kata dari dari daring adalah luring (luar jaringan) artinya tidak menggunakan sarana jejaring komputer maupun internet, tetapi berkomunikasi secara langsung. Segala kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara jarak jauh ini memanfaatkann teknologi internet, baik untuk menerima pelajaran, pengumpulan tugas, pembagian raport maupun absensi peserta didik. Internet ini dapat diakses melalui perangkat komputer, laptop maupun telepon pintar yang memiliki akses data internet yang dalam hal ini peserta didik acapkali menyebutnya dengan “kuota internet”. 
  2. Tatap maya
    Tatap maya ini adalah pengganti   dari sesi belajar di kelas, dimanaguru menyampaikan materi sedangkan peserta didik dapat berinteraksi layaknya komunikasi dua arah langsung. Guru dapat melihat kegiatan apa yang peserta didik sedang lakukan dirumah, sebaliknya peserta didik dapat melihat guru menyampaikan materi atau presentasi secara bersama- sama. Kamera adalah alat wajib yang harus menyala selama kegiatan ini. Kedua belah pihak yaitu guru dan peserta didik harus menyamakan waktu janjian bertemu agar komunikasi dapat terjadi. Beberapa perangkat lunak yang digunakan dan harus terinstall diantaranya adalah Zoom Meeting, Google Meet, Microsoft Teams, Big Blue Button dan lain sebagainya, tergantung kesepakatan antara guru dan peserta didik. Ada yang berbayar namun banyak pula yang gratis, bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
  3. LMS
    Lalu apa pula LMS? LMS adalahsingkatan dari Learning Management System yang secara awam dapat diartikan sebagai sistem kelas maya dimana organisasi kelas dikumpulkan dalam sebuah ruang kelas dan terdapat satu atau beberapa orang guru yang akan mengelola kelas yang tentu saja secara daring dan jarak jauh. Melalui kelas maya inilah diskusi dapat terjadi, saling menyapa, tanya jawab dan sebagainya secara bergantian layaknya mengirim pesan melaluiaplikasi Whatsapp. Guru dapat mengirimkan modul dan peserta didik dapat membaca secaran mandiri dirumah untuk bahan belajar. Melalui LMS ini peserta didik dan guru tidak terikat
    dengan waktu. Tugas dan pelajaran dapat diakses kapanpun dan dimanapun serta akan tersimpan selama bahan tersebut tidak dihapus. Banyak dari jenis LMS ini yang juga dilengkapi dengan sistem penilaian tugas, sehingga memungkinkan untuk pelaksanaan pengambilan nilai bahkan memungkinkan juga untuk penilaian akhir semester sekalipun. Pemberian nilai dapat dilakukan otomatis melalui kunci jawaban yang sebelumnya sudah guru siapkan. Peserta didik dapat mengakses nilai yang ia dapat secara langsung dan saat itu juga. Beberapa LMS yang digunakan adalah Google Classroom, Microsoft Teams, Edmodo, Moodle dan lain-lain.
  4. Unggah dan unduh
    Dua kegiatan ini saling berhubungan. Unggah atau pengunggahan adalah proses mengirim data dari komputer ke suatu sistem penyedia data atau server yang kemudian akan dipublikasikan baik untuk pribadi atau seluruh pengguna internet. Sedangkan unduh atau pengunduhan adalah proses pengambilan data tersebut dari server penyedia untuk dipindahkan ke perangkat pribadi. Dalam hal ini biasanya guru mengunggah modul pembelajaran ke dalam LMS yang selanjutnya peserta didik dapat mengunduhnya untuk dapat dipelajari di perangkat masing-masing. Setelah selesai pembelajaran peserta didik akan diberikan tugas yang mengharuskan tugas tersebut dapat diunggah ke dalam LMS. Proses bolak balik ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Semakin besar ukuran data yang diunggah maka membutuhkan porsi data yang besar pula serta berbanding lurus dengan lamanya waktu pengunggahan atau pengunduhan yang diperlukan. 
  5. Youtube
    Youtube adalah sebuah situs web yang memungkinkan guru dan pengguna lainnya untuk mengunggah video pembelajaran agar dapat ditonton oleh peserta didik. Melalui video, pembelajaran dapat lebih menarik dan detail. Video dapat disertai dengan animasi, suara, teks dan efek. Setelah guru mengunggah video pembelajaran, guru dapat membagikan tautan atau alamat video tersebut kepada peserta didik. Selain guru dapat mengunggah video, peserta didik pun dapat mengunggah video sebagai tugas atau kreatifitas mandiri. Namun orang tua harus waspada terhadap isi atau konten youtube, karena banyak konten atau isi video lain yang tidak berhubungan dengan pembelajaran juga terdapat di youtube.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ISTILAH-ISTILAH DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

ISTILAH-ISTILAH DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH YANG ORANG TUA WAJIB TAHU   Ria Gustianasari, S.Pd Pengajar di SMK Negeri 2 Sungailiat     Mendengar kata &ldquo

03/12/2021 22:28 - Oleh Administrator - Dilihat 696 kali